Nasionalisme
menjadi pegangan penting bagi masyarakat Indonesia untuk mempertahankan
kesatuan dan persatuan bangsa. Sebelum negara Indonesia berdiri, Indonesia
terdiri dari Kerajaan yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia dengan ciri
khas masing-masing budaya. Kemudian pada abad ke-15 Belanda datang untuk
menjajah Indonesia untuk mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya
manusia yang dimiliki Indonesia. Pada saat itu, masyarakat belum ada rasa
persatuan dan kesatuan dan masih berjuang sendiri-sendiri untuk mengusir
penjajah. Peristiwa yang menyatukan bangsa Indonesia adalah saat terbentuknya Budi
Utomo pada tahun 1908 dan Sumpah Pemuda pada tahun 1928 yang membentuk konsep
bertanah air Indonesia, berbangsa Indonesia, dan berbahasa Indonesia (Kusumawardani, 2004).
Nasionaslime
melingkupi konteks yang lebih luas yaitu persamaan keanggotaan dan kewarganegaraan
dari semua kelompok etnis dan budaya dalam suatu bangsa (AE, 2000). Indonesia adalah
negara majemuk yang memiliki keberagaman budaya, bahasa, adat istiadat, dan
suku. Proses nasionalisme yang terus berlanjut mengakibatkan integrasi budaya
antar daerah semakin erat, hal ini mengakibatkan banyak kebudayaan
terasimilasi. Keberagaman Indonesia menjadi suatu penopang bangsa karena
perbedaan inilah yang menyatukan bangsa Indonesia menjadi negara yang utuh. Sebagai
generasi muda sudah sebuah kewajiban untuk menjaga dan memegang teguh jati diri
kita sebagai bangsa Indonesia. Maka dari itu penting sekali untuk mengetahui
berbagai macam kebudayaan yang ada di seluruh Indonesia, hal ini juga diajarkan
dalam mata kuliah Glokalisasi jurusan Hubungan Internasional yang menjelaskan
tentang kebudayaan lokal yang terkena arus globalisasi. Dari mata kuliah ini
saya belajar bahwa kebudayaan lokal Indonesia yang pada awalnya tradisional
akibat terkena arus globalisasi mulai menyesuaikan dengan tren global untuk
menyesuaikan pasar masa kini tanpa kehilangan jati dirinya sebagai kearifan
lokal bangsa Indonesia.
wawwww keren sekaliii
BalasHapus